Monday, July 31, 2006

Series of Photographs

A Flower - At my Boarding House



Above The Cloud - Kuta Beach



At Dusk - Kuta Beach



Someone - Kuta Beach



Sun Set - Kuta Beach



Silhouette of Me - Kuta Beach



Sun Set- Kuta Beach



At a Distance - Kuta Beach



bgm:
Nobuo Uematsu - Theme of Love
Nobuo Uematsu - Tenderness in the Air

Full Equipment.. Again

After almost two weeks without my digicam, two days ago my digicam has come home to me. Because of the product defect, the company decided to replace my digicam with a brand new digicam, with the same type of course. I still don't know the cause of this defect but it didn't matter anymore, for the time to hunt more scene is come.

The equipment:


And we will hunt every scene we want.

Hunting mode: on.

Sunday, July 30, 2006

Idealis yang Realis

Manusia realis adalah seseorang yang mampu menuangkan dan mewujudkan gagasan ke dalam dunia konkret.

Manusia idealis adalah seseorang yang tak mampu keluar dari dunia ide dan mewujudkannhya ke dalam imaji konkret.

Setidaknya itulah dua hal yang saya dapat dari artikel tentang Pramoedya Ananta Toer. Memang hal tersebut adalah suatu kekurangan besar yang saya rasakan di dalam negara Indonesia. Begitu banyak individu yang mempunyai suatu gagasan besar yang terbungkus di dalam suatu idealisme yang kuat, tetapi ironisnya adalah sedikit sekali yang mampu mewujudkan gagasan itu ke dalam dunia nyata. Bisa saya andaikan dengan politikus yang banyak berbicara tanpa ada bukti nyata dalam perbuatannya. Perkataan bertolak belakang dengan perbuatan.

Menjadi idealis berarti menjadi individu yang memunculkan ide, prinsip, dan gagasan yang ideal di dalam dunia benak dan memegang teguh ide, prinsip, dan gagasan tersebut dengan teguh. Tetapi memunculkan ide, prinsip, dan gagasan di dalam dunia benak saja tidaklah cukup. Manusia seharusnya berusaha mewujudkan ide, prinsip, dan gagasannya ke dalam dunia konkret. Idealis pun perlu dilengkapi fleksibilitas dan jauh dari kesan kolot.

Menjadi idelis yang realis. Bermimpi, hidup di dalamnya, dan menghidupkan mimpinya.

Saturday, July 22, 2006

Nanny McPhee - Pelajaran di Balik Film

Pada saat awal nonton film ini, gue langsung berpikir "wah film apa ini ya??" dan "ah.. ini film buat anak-anak, mungkin seperti buatannya Disney". Tapi ternyata film ini ngga seperti buatan Disney. Gaya penceritaan yang tidak biasa dan gaya penokohan yang unik, dan bisa dibilang berlebihan. Ceritanya secara keseluruhan klise seperti biasanya. Tapi banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini.

Nanny McPhee memberikan lima buah pelajaran untuk tujuh anak keluarga Brown, yaitu:
1. To Go To Bed When They Are Told
2. To Get Up When They Are Told
3. To Get Dressed When They Are Told
4. To Listen
5. You Must Do Exactly As You Are Told

Dan quote menarik lainnya adalah: "I have five lessons to teach. What lessons they learn is entirely up to them."

Sama halnya seperti kita. Di balik setiap pelajaran yang kita dapat, selalu terdapat banyak hal yang bisa dipelajari, bahkan hal-hal di luar pokok pelajaran itu sendiri.

Buka mata, buka telinga, buka hati, dan buka pikiran.

Friday, July 21, 2006

Harga Sebuah Rasa Cinta Negara

Apakah kita cinta akan negara kita sendiri??

Gue rasa itu semua pertanyaan yang harus direfleksikan terhadap diri kita masing-masing. Idealis memang udah jadi bagian diri gue. Banyak orang bilang, wajar aja kalo orang Indonesia ga cinta negaranya sendiri. Gue sih setuju, apalagi kaum inteleknya pun ga punya rasa cinta Indonesia. Kesel banget kalo ngeliat perilaku dan sikap yang melecehkan bangsa dan negara sendiri dimunculkan dengan begitu bangganya. Kadang kita lupa, bahkan tidak tahu berapa besar utang kita buat negara ini. Walaupun gue tergolong kaum minoritas (pernyataan kasarnya: lahir di suku yang salah dan memeluk agama yang salah), gue tidak merasa benci dengan negara Indonesia. Yang gue benci itu orang-orang yang berlaku seenaknya yang ada di dalam negara ini.

Kenapa gue nulis hal ini?? Soalnya gue kesel banget sama orang-orang dengan KTP warga negara Indonesia tapi begitu senangnya mentertawakan lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Gue ga masalah kalo mereka mau mentertawakan lagu-lagu yang dinyanyikan. Tapi kalo mereka tertawa atas lagu Indonesia Raya, Garuda Pancasila, dan lagu-lagu sejenis lainnya, eitt... tunggu dulu kawan. Gue ga bisa terima kalo lagu-lagu itu ditertawakan. Rasanya gue pengen nepok kepala orang-orang itu terus ngomong: "Woii... lo sadar ga warga negara lo apa?? Sadar ga lagu apa yang lo ketawain??".

Kesal rasanya saat gue ga bisa berlaku apa-apa dan cuma terdiam. Kesal rasanya saat gue melihat orang lain tidak perduli dengan masalah ini. Apa memang harga sebuah rasa cinta negara itu serendah ini??

bicara hatiku

langkah kaki mengayun
tinggalkan jejak atas pasir putih
debur ombak mengalir
sapakan pantai atas rindunya
panas terik menyinar
cucurkan peluh atas kehidupan
desir angin melambai
penuhkan udara atas asin lautan

roda berputar, berulang dan berulang
senyum bertebar, menikmati indahnya bahagia
air mata berlinang, melengkapi perpisahan
matahari terbit dan berpulang, berulang dan berulang

bosan tidak pada pena ini
menyajikan tulisan dari hati
merekam cerita dari peristiwa
menorehkan untaian tulisan
terhapus mungkin oleh masa
teringat mungkin oleh saksi

bosan tidak pada jiwa ini
selama api masih menyala
selama dunia tak kehabisan kata
selama itu bicara hatiku

Kuta, Bali
21 Juli 2006 - 15.14

Kangen Olahraga

Kangen olahraga?? Jelas..
Badan ngga fit?? Eit.. tunggu dulu, karena di Bali gue hampir selalu jalan kaki ke manapun juga, jadi kesehatan tetap terjaga.
Tapi tetep kangen sama olahraga?? Jelas donk.

Hehe.. dah lama ngga latihan kendo dan sparring jadi kangen juga sama olahraga yang satu ini. Shinai gue dah lama banget nganggur di rumah. Sayangnya olahraga ini agak susah dilakukan di rumah, karena butuh ruangan agak luas. Terlebih lagi dojo kendo di Indonesia sedikit banget. Ya kalo di Bandung dan Jakarta sih ada beberapa.

Tunggu aja sampe gue balik ke Bandung... Ayo teman-teman kita latihan lagi... Eh.. tempat latihannya ngga ada?? Oya baru inget tempat latihan Unit Kendo tercinta ini sudah tergusur.. Huhu... ngga masalah lah, yang penting niatnya ada.

Thursday, July 20, 2006

Quote of The Day

When it hurts to look back and you are scared to look ahead, just look beside you and I will be there.

Love you all my friends and may God bless you all, always.

Wednesday, July 19, 2006

Hati-Hati Berurusan Dengan Orang Melankolis

Sebenernya kita semua harus berhati-hati berhubungan dengan setiap orang. Karena setiap orang pada dasarnya itu berbeda-beda kepribadiannya dan tentu setiap orang ngga ada yang mau disakiti. Berdasarkan buku "Personality Plus" karangan Florence Littauer, setiap manusia dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok besar kepribadian. Ada kelompok Sanguin, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis. Berhubung gue tipe kepribadian dominannya melankolis, jadi gue cuma bakal nulis tentang kepribadian yang satu ini aja.

Dalam buku "Personality Plus" selalu disebutkan Melankolis yang Sempurna bersifat introvert, perfeksionis, moody, kompleks, dan lain-lainnya. Di sini sebenernya letak kesulitan orang melankolis terutama yang gue rasakan.

Karena introvert, ga semua orang tahu emosi gue, karena orang melankolis begitu hebatnya menampilkan wajah yang tidak tertebak emosinya. Dan juga karena kompleks, lebih sulit lagi buat orang lain memahami perasaan orang melankolis ini. Karena perfeksionis, sering banget gue menunda banyak hal karena ingin semuanya sempurna, padahal yang namanya manusia tidak pernah lepas dari ketidaksempurnaan. Selain itu juga gue sering meminta kesempurnaan berlebihan dari orang lain. Karena moody, orang melankolis bisa berubah total emosinya dalam beberapa detik dan bakal bertahan lama efek mood-nya itu. Lebih susahnya lagi, orang melankolis itu sensitif dan juga pendendam. Sedikit hal aja ada yang ngga berkenan di hati gue bisa membekas begitu dalam dan ngga akan gue lupain.

Tapi manusia harus selalu belajar, begitu juga gue. Semua hal di atas sebenernya bisa menjadi kelebihan gue asalkan tidak dibawa ke titik ekstrim. Selain itu gue musti belajar mengerti orang lain. Gue juga harus mengerti kalau tidak semua orang itu peka terhadap orang lain, tidak semua orang mau mengerti orang lain, dan hampir semua orang tidak tahu perasaan orang lain. Ya, memang hanya Tuhan yang tahu perasaan setiap manusia. Dan manusia memang bukan Tuhan atau dewa yang bisa membaca perasaan orang lain.

Jadi intinya adalah gue tidak seseram yang gue tulis di atas dan kita memang harus belajar banyak dalam berhubungan dengan orang lain. Karena setiap manusia berbeda dan butuh toleransi serta penyesuaian diri dari setiap pihak agar tercipta hubungan yang harmonis.

Hati-hati dalam menjalin hubungan dengan setiap orang. Karena kita tidak akan tahu jika ternyata perbuatan kita telah menyakiti hati seseorang.

Tuhan tolong berikan aku hati yang peka dan mau mengerti orang lain.

Tuesday, July 18, 2006

Kami Hanya Manusia

ya Tuhan,
kami hanya manusia
karena itu kuatkan kami untuk melalui cobaan ini
dan juga ingatkan kami
agar kami tidak bermegah diri
kami pun percaya cobaan ini karena kasih-Mu
dan kami percaya pada rencana-Mu
terima kasih pula atas berkat yang telah Kau berikan
karena sesungguhnya begitu besar berkat yang telah Kau berikan bagi kami
bimbing kami untuk melalui cobaan ini ya Tuhan
karena kami lemah tanpa-Mu
dan hanya di dalam-Mu kami dapat berjalan dalam kegelapan

Monday, July 17, 2006

Ternyata kameraku bermasalah...

Setelah tiga hari puas jeprat-jepret semua hal yang mau gue foto, gue baru sadar kalo ternyata kameranya sedikit aneh. Keanehan terlihat kalau zoom optic dalam keadaan maksimum. Di daerah kiri atas ada black spot gitu. Pertama-tama gue pikir sih layarnya yang rusak atau lensanya kotor. Tapi hasil pengecekan berulang-ulang adalah layarnya baik-baik aja dan lensanya bersih. Akhirnya gue ke Denpasar deh, ke tempat beli kameranya. Hiks.. akhirnya gue berpisah juga dari kameraku.

Ayo cepat "baikan" dan kembali ke tanganku kameraku...

Sunday, July 16, 2006

Sun Set di Jimbaran


Sekarang di Bali sedang sangat berawan. Hmm... kapan lagi nih langitnya bisa cerah?? Tapi gue tetep puas sama hasil fotonya. Hoho... masih banyak foto yang diburu nih...

Thursday, July 13, 2006

Cuplikan Pembicaraan Hari Ini dari Yahoo Messenger

........
--temen gue--: eh di
**gue**: ya
--temen gue--: gmn ya jadi teman yg baik?
**gue**: haha
**gue**: pertanyaan sulit
**gue**: maksudnya teman yang baik gimana??
--temen gue--: pertama, teman yg baik bagi teman lama
--temen gue--: perasaan dulu gua asik sama mereka, tapi skrg uda ga asik lagi
--temen gue--: kaya mereka males keep in touch lagi ama gua
--temen gue--: selalu gitu deh
--temen gue--: kayanya gua tidak bisa menjaga pertemanan
--temen gue--: hehe
**gue**: hmm
**gue**: gue juga ngerasain hal yang sama sih
**gue**: menurut gue sih kalo udah jarang ketemu emang wajar jadi kaya gitu
**gue**: gue ama sahabat gue yang paling deket juga udah jarang keep in touch
**gue**: kalo mereka males ....
**gue**: kadang emang kesel juga
**gue**: tapi gue kadang mikir kalo mereka juga ga bisa ngabisin waktunya bareng gue trus
**gue**: kadang mereka harus jalan bareng temen2 barunya ato pacarnya
**gue**: haloooo.....
**gue**: r u still with me?
--temen gue--: ya ya
--temen gue--: umm
--temen gue--: tapi ada kn org2 yg masi akrab aj ama temen lama
**gue**: itu kasus orang laen
**gue**: orang laen ga sama donk sama lo
**gue**: sekarang dibanding lo musingin kenapa temen lo gini ato gitu
--temen gue--: masa gua ga bisa kayak gtu??
**gue**: yang udah lo lakuin apa aja?
**gue**: haha
**gue**: namanya juga orang
**gue**: nasibnya berbeda2... walo terkadang gue sirik juga sih
--temen gue--: hehe
--temen gue--: sirik a
--temen gue--: iya sih kayanya gua nya jg yg salah
--temen gue--: kayak suka males ktemu ato inget2 temen lama
**gue**: nah makanya lo juga musti aktif keep in touch sama temen2 lo
**gue**: misalnya kirimin sms ultah
**gue**: ato sekali2 sms-an
**gue**: ga perlu tiap hari juga bisa
**gue**: :p
**gue**: tapi belum tentu juga mereka ga suka sama lo
**gue**: itu kan cuma perasaan lo aja
**gue**: sapa tau aja sebenernya mereka ga gitu
**gue**: tul?
........


Membicarakan masalah pertemanan memang kadang ga ada abisnya. Hehe... setelah ngobrol maya lama banget sama temen gue ini, gue jadi kangen sama temen-temen lama gue. Terlebih lagi sama sahabat gue yang udah lama ga gue denger suaranya. Yang gue rasakan sih memang susah menjaga yang namanya pertemanan kalo udah jarang banget ketemunya. Yah walaupun untuk beberapa orang hal ini ga berlaku juga. Kadang-kadang gue suka kesel juga karena merasa temen-temen gue pada ngelupain gue. Tapi setelah dipikir-pikir lagi gue seharusnya ga boleh berpikir mereka bisa bersama gue terus. Ada saatnya mereka harus jalan tanpa gue. Jadi buat gue yang terpenting adalah tetep inget sama mereka. Caranya banyak banget, mulai dari sms, telepon, ngajak maen sekali-kali, e-mail, chatting, dsb.

Gue sayang kalian semua teman.

Yang terpenting adalah apa yang kita sendiri lakukan untuk teman kita, bukan apa yang teman kita lakukan untuk kita.

Wednesday, July 12, 2006

Pengalaman adalah Guru Terbaik

Setiap saat kita melalui kehidupan dan menjalani yang disebut pengalaman. Walaupun selalu kita diingatkan agar belajar dari pengalaman, bahkan pengalaman orang lain, tetap banyak hal kita pelajari setelah kita sendiri mengalaminya. Bukannya kita bebal sehingga tidak mau belajar, melainkan jika tidak mengalaminya kita tidak dapat menghayati secara utuh makna pelajaran di dalam pengalaman.

Sekarang aku diingatkan lagi betapa hidup itu penuh dengan cinta. Tapi aku harus belajar mengungkapkan cinta ini bukan hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam perbuatan nyata. Setelah mengalaminya aku baru merasakan jika hidup jauh dari orang-orang yang disayangi itu begitu beratnya. Dan walaupun kita hidup terus bersama-sama dengan orang yang kita sayangi, kita tidak akan tahu kapan waktunya akan berakhir. Karena itulah kita harus belajar, tidak menyia-nyiakan waktu dan cinta kita. Ungkapkan cinta kita setiap saat, karena penyesalan selalu datang saat semuanya telah terlambat.

Tuesday, July 11, 2006

Tidak karuan...

Duhh... malesnya hari ini... Udah flu dan lemes, mood juga terus memburuk. Jadi kangen sama rumah di Bandung. Kalo di rumah banyak yang merhatiin. Love and miss you pap, mom, and bro.

Ayo sembuhlah flu ini, jangan sampe tambah parah. Repot kalo sampe sakit parah nih. Ayo diriku jangan sampe males, tinggal 18 hari kerja lagi. Ayo mood-ku jangan maunya maen trus, nyalain mood coding, bikin dokumen, dan kerja laennya.

Monday, July 10, 2006

Streetcorner Symphony

Come on over
Down to the corner
My sisters and my brothers of every different color
Don't you feel that sunshine telling you to hold tight
Things will be alright
Try to find a better life
Come on over
Down to the corner
My sisters and my brothers there for one another
Come on over
Man I know you wanna let yourself go

That is the chorus in Streetcorner Symphony which is one of my favourite songs. I just love the lyric, simple but have a deep meaning within it. The thing I really likes about this song is story about the beauty within diverse community. This song which is sung by Rob Thomas is really reflecting the real life around us. It is a problem when we do not accept our sister and brother just because insignificant matters, like races, skin colours, nationality, and many more. And it is a problem we are facing everyday in life. People seems forget that God create us as a unique being, that makes differences arise.

So...
Let's go dance under the street lights
All the people in this world
Let's come together
More than ever

....
And we'll paint the perfect picture
All the colors of this world will run together more than ever
....

Trying to write in English

Jazz, Hidup dan Mimpi

Sebelum acara Java Jazz Festival 2006 ada acara yang namanya Road to Java Jazz Festival 2006 yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia... Udah kaya reporter aja deh ga mau nyebut nama stasiun TV-nya...

Acaranya nampilin rekaman Java Jazz Festival 2005.. Pokonya acara ini salah satu yang gue tunggu... gue ga mau ketinggalan nonton konsernya Incognito. Tapi semua yang tampil keren sih, jadi ga nyesel juga nontonnya tuh. Nah di setiap akhir acara, si pembawa acara selalu ngasih quote dari musisi Jazz yang ga satupun gue kenal. Maklum gue baru mulai ngikutin genre musik ini baru aja, tapi gue langsung jatuh cinta sama yang namanya Jazz.

Ada tiga quote yang masih gue inget. Dua quote itu kira-kira seperti ini:
1. Life is like Jazz. It is best when you improvise.
2. Don't play what is there, play what is not there.
3. If you want to understand what Jazz is, you will not understand it.

Dua quote ini gue rasa sangat menggambarkan apa itu Jazz. Gue pernah baca di satu buku petunjuk bermain musik Jazz, katanya musisi Jazz itu ga boleh terpaku sama nada-nada di partitur. Intinya sih, tangkep inti lagunya apa, trus maenin apa yang ada di benak kita berdasarkan inti lagu itu. Cocok sama quote kedua tuh. Trus nyambung ke quote ketiga, gue yang dari dulu selalu berusaha mengerti dan pengen tahu sebenernya Jazz itu apa malah kebingungan setelah liat acara itu. Jazz ngga bisa didefinisikan. Improvisasi yang menghidupkan dan berbicara jujur dalam Jazz bikin musik ini kaya. Hal-hal inilah yang semakin membuat Jazz susah didefinisikan. Tapi sekarang gue pikir: "Don't define it, but feel it."

Quote pertama, yang buat nyambungin semuanya dengan judul, kira-kira bisa gue interpretasikan improvisasi itu berarti berani menampilkan diri sendiri, bangga dengan diri sendiri, dan jujur terhadap dirinya sendiri. Tentu semua hal yang berlebihan akan membawa dampak buruk, sama juga halnya dengan "improvisasi" ini. Batasannya ada dalam hukum yang Tuhan berikan buat kita. Buat gue sendiri, gue selalu berdoa supaya Tuhan mengingatkan jika gue sudah menyimpang dari jalan-Nya. Karena manusia tidak dapat mengharapkan kesempurnaan datang dari dalam dirinya yang tidak sempurna. Kesempurnaan datang hanya dari Tuhan.

Banyak orang bilang susah mencerna musik Jazz, tapi di situlah justru keindahan Jazz terletak. Bahkan karena begitu susahnya, gue terkadang ga bisa dengerin musik Jazz kalo lagi kerja. Konsentrasi gue jadi pecah. Kalo mo kerja, musiknya ga bisa dinikmati. Kalo mo nikmatin musiknya, kerjaan jadi terbengkalai. Musik yang tidak umum ini sama halnya dengan setiap manusia. Bahkan manusia yang merupakan ciptaan-Nya jauh luar biasa, karena tidak ada satupun yang diciptakan sama oleh-Nya.

Tapi, semua manusia sepertinya selalu berpikir, dia harus hidup sesuai dengan apa yang dianggap baik oleh orang banyak. Kerja di luar negeri dan dapet uang banyak yang gampang adalah salah satu contohnya yang sering diobrolkan banyak orang. Terkadang gue muak denger semuanya itu karena gue yakin keberhasilan itu ga selalu dinilai dengan banyaknya materi (baca: uang) yang bisa kita dapatkan. Bahkan menurut gue semua hal yang umum ga bakal membawa perubahan yang signifikan. Tentunya perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang positif. Mungkin karena benak gue terisi dengan doktrin-doktrin idealis, gue selalu heran dengan temen-temen gue yang pengennya kerja di luar negeri supaya dapet uang banyak. Dalam hati gue selalu bertanya: "Apa yang udah lo kasih buat Indonesia?? Lo kan udah hidup lama di negeri ini."

Kesal banget kalo hal ini terjadi. Gue kesal karena ketidakmampuan gue untuk memberikan cara berpikir baru kepada temen-temen gue. Tapi mereka memang bukan gue dan gue ga punya hak memaksakan ide gue terhadap mereka. Mungkin itu memang rencana Tuhan juga buat mereka dan gue selalu berharap serta berdoa buat yang terbaik untuk mereka semua. Setiap mendengar hal-hal seperti itu, gue selalu disadarkan untuk mengejar mimpi gue sendiri. Kenyataan bahwa setiap orang yang berhasil dan terkenal selalu dimulai dari langkah nol, membuat gue semakin yakin dengan mimpi gue. Dan yang bisa gue lakukan sekarang adalah terus berdoa kepada Tuhan, bertanya apakah ini memang jalan yang Tuhan pilihkan. Kemudian terus mengembangkan diri sendiri, mengembangkan setiap segi yang ada dalam diri gue.

Mimpi gue adalah menyentuh setiap manusia melalui pendidikan dan pelajaran... menjadi guru.

Post yang dibikin sejak Jumat, 7 Juli 2006

Kisah sedih di pagi hari......

Sebelum tidur hari Minggu kemaren, gue pasang weker jam 2 buat nonton final Piala Dunia (di Bali jam 2 loh mulainya :P). Jam 2 kurang, gue terbangun. Dan waktu benda kecil itu berdering, langsung aja gue matiin. Celakanya.. gue tidur lagi. Kemudian gue bangun lagi dan dengan polosnya gue siap-siap pergi nonton bareng. Tapi gue merasakan ada yang aneh.... Weker gue kok rasanya belum mengeluarkan bunyi nyaringnya itu. Setelah mau pergi gue baru ngeliat jam tangan gue. Hiks... ternyata waktu sudah menunjukkan sekitar jam 4.30. Waaa...... tidakkkkk..... rencanaku nonton final piala dunia gagal deh. Gue tau pertandingannya belon abis, tapi udah keburu males buat nontonnya. Akhirnya dengan langkah gontai gue balik ke kamar dan meneruskan tidur.

Selamat buat Italia buat juara Piala Dunia keempat kalinya.
Selamat jalan buat Zizou. Walaupun pertandingan terakhirnya dapet kartu merah, Zizou tetap jadi sosok "dewa" sepak bola yang gue kagumi. Terima kasih Zizou atas semua yang telah diberikannya untuk sepak bola. Au revoir Zizou...

Friday, July 07, 2006

Hampir kehabisan hiburan...

Berhubung sedang kerja praktek (baca: KP atau KaPe), hiburan yang gue bawa cuma novel doang. Ya berhubung semester 6 kemaren super sibuk, semua novel yang gue beli belum dibaca semuanya. Yah tadinya sih mau bawa semuanya aja, tapi kebayang deh beratnya barang bawaan gue ke tempat yang jauh dari rumah ini. Eragon yang lagi dibaca sekarang sebenernya udah gue baca versi bahasa Indonesianya. Sekarang lagi baca yang versi aslinya alias bukan terjemahan. Hmm... memang seharusnya menikmati karya sastra atau tulisan-tulisan dalam bahasa aslinya, ya itu menurut gue sih. Tapi setelah dibaca dalam bahasa aslinya, gue selalu merasa banyak hal yang ga ada di dalam terjemahannya.

Balik lagi ke topik sebenarnya... Gue termasuk pembaca yang cepat juga, lagi-lagi setidaknya ini menurut gue sendiri. Jadi jarang banget novel yang gue baca berlama-lama. Mau setebel apapun biasanya habis dalam waktu kurang dari satu minggu. Bahkan kalau lagi nganggur, bisa gue abisin dalam satu hari aja. Tapi khusus untuk sekarang gue musti berlama-lama bacanya, kalau terlalu cepet bisa kehabisan bacaan nih. Seudah baca Eragon cuma sisa satu novel lagi, yaitu "A Personal Matter" yang ditulis Kenzaburo Oe dengan sekitar 150 halaman aja. Jadi status hiburan gue sekarang dalam siaga merah alias krisis. Sedikit menyesal juga sih ga bawa TV tuner yang dipinjem dari Rondut... maapkan aku Ron...

Jadinya agak susah juga mau nonton Piala Dunia nih (baca: World Cup). Harus nyari tempat nonton bareng, tapi banyak sih yang gratis. Malah bapak tukang pecel deket kos (yang sampe sekarang gue belum tahu namanya) ngajak nonton bareng di tempat dia jualan. Tapi Piala Dunia pun cuma sampe minggu ini. Sisa empat minggu lagi tetap dalam status krisis hiburan. Waaa..... tidak.....

Baru ngerasain susahnya hidup sendiri jauh dari keluarga. Gue baru kali ini tinggal di luar rumah paling lama. Dulu gue pernah ikut pelatihan-pelatihan atau wisata bareng sekolah di luar Bandung, tapi maksimal cuma sampe satu minggu doang. Tapi seneng sih ngerasain banyak hal baru. Pengalaman memang satu kali, jadi bener-bener harus dinikmatin nih dan udah banyak banget pelajaran yang gue dapet dari pengalaman ini. Tapi yang sayang ga punya kamera nih, jadi ga ada dokumentasi. Sempet terpikir mo beli kamera digital sih, tapi uangnya ga punya. Hiks.... Tapi kayanya sudah menyimpang dari judul deh. Haha... beli kamera... ngga beli kamera... beli kamera... ngga beli kamera...

Thursday, July 06, 2006

kamu dan aku

saat dentangkan senandungku
mata indahmu memandang langit biru
aku tahu itu
cantik hatimu
buat tak terhenti senandungku
hembusan nafasmu
buat tak terhenti langkahku
janganlah terhenti langkahmu dan langkahku
dan terus mengalun senandungku
hingga saat mata kita saling bertemu
dalam pandangan itu
aku tahu hati kita satu
dan kamu pun begitu

Kuta, Bali
6 Juli 2006 - 11.08

kasih-Mu

manusia hidup dengan
raganya
jiwanya
pikirannya
hatinya
dirinya
seluruhnya
jika di sini aku duduk
penuh linangan air mata
dan hati terkoyak
karena kepedihan dunia
apakah ini karena kasih-Mu?

jika seluruhnya itu memang dari-Mu ya Tuhan
memohon sekarang aku
jangan biarkan manusia membatu dalam waktu
karena
aku sadar
saat manusia memancarkan
selain kasih yang Kau berikan
tersesatlah jalan kami

karena
aku sadar
jauh dalam hati kami
selalu seluruh kasih-Mu dirindukan
buatlah kasih kami pancarkan
sehingga dapat kami
surutkan linangan air mata
sembuhkan hati yang terkoyak
tumbuhkan senyum
tebarkan kasih-Mu

jika memang ini ingin-Mu ya Tuhan
curahkan kasih-Mu selalu
agar dalam aliran roda kehidupan hati kami tak pernah lupa

karena kasih-Mu
dalam kasih-Mu
manusia hidup

Kuta, Bali
30 Juni 2006 - 23.00