Sebelum acara Java Jazz Festival 2006 ada acara yang namanya Road to Java Jazz Festival 2006 yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia... Udah kaya reporter aja deh ga mau nyebut nama stasiun TV-nya...
Acaranya nampilin rekaman Java Jazz Festival 2005.. Pokonya acara ini salah satu yang gue tunggu... gue ga mau ketinggalan nonton konsernya Incognito. Tapi semua yang tampil keren sih, jadi ga nyesel juga nontonnya tuh. Nah di setiap akhir acara, si pembawa acara selalu ngasih
quote dari musisi Jazz yang ga satupun gue kenal. Maklum gue baru mulai ngikutin genre musik ini baru aja, tapi gue langsung jatuh cinta sama yang namanya Jazz.
Ada tiga
quote yang masih gue inget. Dua quote itu kira-kira seperti ini:
1. Life is like Jazz. It is best when you improvise.
2. Don't play what is there, play what is not there.
3. If you want to understand what Jazz is, you will not understand it.
Dua
quote ini gue rasa sangat menggambarkan apa itu Jazz. Gue pernah baca di satu buku petunjuk bermain musik Jazz, katanya musisi Jazz itu ga boleh terpaku sama nada-nada di partitur. Intinya sih, tangkep inti lagunya apa, trus maenin apa yang ada di benak kita berdasarkan inti lagu itu. Cocok sama
quote kedua tuh. Trus nyambung ke
quote ketiga, gue yang dari dulu selalu berusaha mengerti dan pengen tahu sebenernya Jazz itu apa malah kebingungan setelah liat acara itu. Jazz ngga bisa didefinisikan. Improvisasi yang menghidupkan dan berbicara jujur dalam Jazz bikin musik ini kaya. Hal-hal inilah yang semakin membuat Jazz susah didefinisikan. Tapi sekarang gue pikir: "Don't define it, but feel it."
Quote pertama, yang buat nyambungin semuanya dengan judul, kira-kira bisa gue interpretasikan improvisasi itu berarti berani menampilkan diri sendiri, bangga dengan diri sendiri, dan jujur terhadap dirinya sendiri. Tentu semua hal yang berlebihan akan membawa dampak buruk, sama juga halnya dengan "improvisasi" ini. Batasannya ada dalam hukum yang Tuhan berikan buat kita. Buat gue sendiri, gue selalu berdoa supaya Tuhan mengingatkan jika gue sudah menyimpang dari jalan-Nya. Karena manusia tidak dapat mengharapkan kesempurnaan datang dari dalam dirinya yang tidak sempurna. Kesempurnaan datang hanya dari Tuhan.
Banyak orang bilang susah mencerna musik Jazz, tapi di situlah justru keindahan Jazz terletak. Bahkan karena begitu susahnya, gue terkadang ga bisa dengerin musik Jazz kalo lagi kerja. Konsentrasi gue jadi pecah. Kalo mo kerja, musiknya ga bisa dinikmati. Kalo mo nikmatin musiknya, kerjaan jadi terbengkalai. Musik yang tidak umum ini sama halnya dengan setiap manusia. Bahkan manusia yang merupakan ciptaan-Nya jauh luar biasa, karena tidak ada satupun yang diciptakan sama oleh-Nya.
Tapi, semua manusia sepertinya selalu berpikir, dia harus hidup sesuai dengan apa yang dianggap baik oleh orang banyak. Kerja di luar negeri dan dapet uang banyak yang gampang adalah salah satu contohnya yang sering diobrolkan banyak orang. Terkadang gue muak denger semuanya itu karena gue yakin keberhasilan itu ga selalu dinilai dengan banyaknya materi (baca: uang) yang bisa kita dapatkan. Bahkan menurut gue semua hal yang umum ga bakal membawa perubahan yang signifikan. Tentunya perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang positif. Mungkin karena benak gue terisi dengan doktrin-doktrin idealis, gue selalu heran dengan temen-temen gue yang pengennya kerja di luar negeri supaya dapet uang banyak. Dalam hati gue selalu bertanya: "Apa yang udah lo kasih buat Indonesia?? Lo kan udah hidup lama di negeri ini."
Kesal banget kalo hal ini terjadi. Gue kesal karena ketidakmampuan gue untuk memberikan cara berpikir baru kepada temen-temen gue. Tapi mereka memang bukan gue dan gue ga punya hak memaksakan ide gue terhadap mereka. Mungkin itu memang rencana Tuhan juga buat mereka dan gue selalu berharap serta berdoa buat yang terbaik untuk mereka semua. Setiap mendengar hal-hal seperti itu, gue selalu disadarkan untuk mengejar mimpi gue sendiri. Kenyataan bahwa setiap orang yang berhasil dan terkenal selalu dimulai dari langkah nol, membuat gue semakin yakin dengan mimpi gue. Dan yang bisa gue lakukan sekarang adalah terus berdoa kepada Tuhan, bertanya apakah ini memang jalan yang Tuhan pilihkan. Kemudian terus mengembangkan diri sendiri, mengembangkan setiap segi yang ada dalam diri gue.
Mimpi gue adalah menyentuh setiap manusia melalui pendidikan dan pelajaran... menjadi guru.
Post yang dibikin sejak Jumat, 7 Juli 2006